Sabtu, 26 Januari 2013

PENELITIAN TINDAKAN KELAS


M.  KULIAH :            PTK
JUDUL PENELITIAN : PENERAPAN METODA DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERAKTIK WUDHU DI KELAS VIII MTs N BAJARANGSANA  KJ SINDANGBARANG .
BAB I
A. PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang Masalah

Wudhu merupakan gerbang atau kunci pertama dalam melaksanakan ibadah mahdoh, karena wudhu menjadi salah satu syarat sah dari ibadah tersebut seperti sembahyang fardhu atau sembahyang sunat, ketika hendak melakukan tawaf Ka‘bah. Hendaknya kita ketahui bahawa wudhu seringkali dianggap hal biasa sehingga peserta didik sering kurang berhati-hati dalam berwudhu padahal apabila wudunya tidak syah maka tidak syah pula amalan wajib yang di kerjakannya.
 Melihat dari kebiasaan tersebut, ini terjadi karena kurangnya pemahaman siswa atas pentingnya menyempurnakan kaifiat wudhu yang sesuai dengan perintah Nabi Muhammad SAW dalam hadistnya. Oleh sebeb itu agar tidak terjadi lagi kekeliruan pemahan dan penerapan yang dilakukan peserta didik dalam melaksanakan ibadah wajib maupun sunah yang di awali dengan wudhu maka  peserta didik harus benar-benar faham tentang kaifiat berwudhu. Materi kaifiat wudhu apabila hanya menggunakan metode ceramah maka pembelajaran terhadap peserta didik akan kurang efektif. Biasanya peserta didik tidak fokus dan merasa jenuh dalam proses belajarnya maka hasil pembelajaran materi tentang kaifiat wudhu tidak tercapai sesuai dengan tujuan pembelajaran. Berawal dari masalah tersebut, maka untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik terhadap pelajaran fiqih terutama materi tentang kaifiat wudhu  dengan menggunakan metode demonstrasi pada proses belajarnya.
Materi yang bersifat afektik dan berstuktur agar mampu difahami secara baik dan benar khusunya materi kaifiat wudhu maka baiknya menggunakan metoda demonstrasi. Dengan menggunakan metoda demonstrasi maka pemahaman peserta didik tentang kaifiat wudhu akan sangat baik sebab metoda demontrasi akan mengarahkan siswa pada peroses yang benar-benar nyata. Perlu diketahui pula bahawa metoda demonstrasi ialah memperaktekan materi yang bersifat afektif kepada peserta didik dengan melihat dan mengerjakan secara langsung dalam proses pembelajarannya. Dengan demikian materi kaifiat wudhu yang menggunakan metoda demonstrasi akan jauh lebih efektif dari pada hanya menggunakan metoda ceramah.
Pada kelas VIII MTs N Bajarangsana KJ Sindangbarang sudah terbiasa mengunakan media electronic dan metode demonstrasi pada mata pelajaran yang lain, maka peserta didik sudah terbiasa dengan cara seperti ini dan peroses belajar mengajarpun sesuai dengan tujuan yang di harapkan sebab peserta didik tidak merasa jenuh dan akan fokus dalam proses belajarnya.
2.      Identifikasi Masalah

Dari judul penelitian ” PENERAPAN METODA DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERAKTIK WUDHU DI KELAS VIII MTsN BAJARANGSANA  KJ SINDANGBARANG” dan penjelasan di atas maka dapat di identifikasi beberapa masalah sebagai berikut :
·         Kurangnya penguasaan pada materi
·         Metoda yang di gunakan tidak sesuai dengan materi yang disampaikan
·         Faktor kejenuhan yang hadir pada proses belajar
·         Kurang efektifnya proses belajar mengajar

3.      Rumusan Masalah

Berdasarkan dari beberapa masalah diatas, maka peneliti hendak merumuskan masalah yang paling dominan yaitu sebagai berikut :
“Apakah dengan penerapan metoda demontrasi pada materi kaifiat wudhu di kelas VIII MTsN Banjarangsana KJ Sindangbarang akan meningkatkan  kemampuan praktik wudhu dikelas VIII MTsN Bajarangsana KJ Sindangbarang.”
4.      Pemecahan masalah

            Untuk mengatasi masalah kurangnya kemampuan praktik wudhu dikelas VIII MTsN Bajarangsana KJ Sindangbarang, maka dapat dilakukan penerapan metoda demontrasi. Metoda ini mampu membuat proses pembelajaran menjadi lebih epektif karena siswa memperhatikan secara langsung serta memperagakan materi secara tepat dengan di awasi oleh guru bidang study, sehingga kemampuan praktik wudhu akan sesuai dengan syariat.
5.      Hipotesis

Berdasarkan perumusan masalah dan pemecahan masalah di atas maka hipotesis yang di ajukan pada judul “PENERAPAN METODA DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERAKTIK WUDHU DI KELAS VIII MTsN BAJARANGSANA  KJ SINDANGBARANG”. Adalah penerapan metoda demontrasi mampu meningkatkan penguasaan praktik wudhu.
6.      Tujuan penelitian

Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi kurangnya penguasaan praktik wudhu pada mata pelajaran fiqih khususnya pada materi kaifiat wudhu di kelas VIII MTsN Banjarangsana KJ Sindangbarang dengan menggunakan metoda demontrasi, dan secara khusus tujuan yang ingin dicapai adalah :
a)      Agar pembelajaran yang di berikan terhadap siswa lebih efektip, maka digunakan metoda demontrasi.
b)      Agar peserta didik tidak merasa jenuh dalam mengikuti pembelajaran pada materi kaifiat wudhu.
c)      Agar siswa lebih menguasai praktik wudhu setelah mengikuti proses pembelajaran.
d)     Mengetahui tanggapan siswa dalam proses belajar dengan menggunakan metoda demontrasi pada materi kaifiat wudhu.

B. KAJIAN PUSTAKA
1. pengetian metoda demontrasi
Metoda demontrasi adalah metoda mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun menggunakan media pengajaran dengan pokok bahasan atau materi yang sedang di sajikan. (Muhibbin syah, 2010 : 205). Dapat kita lihat dari definisi tersebut ialah menunjukan guru menampilkan terjadinya kejadian atau urutan melakukan suatu kegiatan kemudian peserta didik juga melakukan hal yang sama setelah guru.

a)      keunggulan Metoda Demontrasi

Ø  Dalam pembelajaran teory, peragaan akan memberikan pemahaman yang lebih kongkrit tentang bagian suatu objek atau langkah-langkah suatu proses.
Ø  Dalam pembelajaran praktek, demontrasi akan menentukan siswa menguasai keterampilan tertentu secara lebih mudah dan sistematis termasuk mengingat area kunci atau langkah-langkah kunci yang harus dikuasai oleh siswa.

b)      Kelemahan Metoda Demontrasi
Ø  memerlukan waktu persiapan dan pelaksanaan yang lebih banyak
Ø  kadang memerlukan peralatan yang mungkin tidak di miliki pihak sekolah
Ø  membuat suasana gaduh dalam kelas.
Setelah memaparkan materi yang akan disampaikan kepada siswa dan metoda yang akan di terapkan pada proses pembelajarannya maka terilihat ada kesinambungan antara materi dan metode, karena materi kaifiat wudhu yang pada tatanan kehidupan itu menjadi hal yang central hingga tergolong pekerjaan yang dilakukan setiap beribadah wajib serta wudu adalah perbuatan yang mampu dilihat dan punya instrument yang jelas maka dengan metoda demontrasi akan sangat tepat dalam menyampaikan materi hingga tujuan pembelajaranpun akan tercapai di banding menggunakan metode yang lain.
C. METODA PENELITIAN
1. Setting penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksnakan di kelas VIII MTsN Banjarangsana KJ Sindang barang, alamat sekolah di JL. Pasar Sindangbarang RT.01, tepat berada di samping lapangan sepak bola milik desa setempat, tepatnya di Desa Sindangbarang Kecamatan Panumbangan kabupaten Ciamis,sekolah ini berada ditengah pemukiman warga walau desa tersebut masih tergolong terbelakang karena jauh dari jangkauan pemertintah pusat.
Penelitian ini rencananya berkolaborasi dengan satu guru bidang study dan satu guru pengawas sekolah, subjek penelitian yang di ambil adalah kelas VIII MTs. Waktu pelaksanaan pada semester 1 tahun ajaran 2013/2014. Kelas VIII MTs ini berjumlah 34 siswa, dengan perempuan 21 orang dan laki-laki 13 orang dengan karakter siswa yang lebih menyukai metode bervariasi tidak hanya ceramah saja atau berada di dalam kelas saja. Peserta didik cepat mersa  jenuh apabila guru hanya mengunakan metoda ceramah pada peroses pembelajarannya, mereka lebih suka dengan metoda yang melibatkan mereka sehingga bisa ikut aktif dalam kelas dan membuat kejenuhan hilang dan mampu pokus dalam belajar hingga mampu meningkatkan daya serap dari materi yang disampaikan, namun tidak semua siswa ikut aktif tapii ada di antaranya yang masih pasif. Adapun latar bel;akang ekonomi dari orang tua mereka sebagan berdanggang dan kebanyakan dari anak seorang petani, dengan tanpa ada dorongan yang kuat di tambah proses belajar yang kurang epektif maka di hawatirkan materi yang di sampaikan tidak akan terserap dengan baik.
2. tidakan kegiatan mencakup :
Ø  .     Siklus I, meliputi : Pendahuluan, kegiatan pokok dan penutup.
Ø  .     Siklus II, meliputi : Pendahuluan, kegiatan pokok dan penutup.
Ø  .     Siklus III, meliputi : Pendahuluan, kegiatan pokok dan penutup.
3. Siklus Penelitian
Lankah-langkah mengaflikasikan metoda demontrasi

a)      Langkah Perencanaan

Ø  Pelajaro dengan cermat topic yang akan diajarkan dan catat bagian-bagian atau langkah yang akan di praktikan, tandai langkah-langkah yang dianggap kunci pada praktik.
Ø  Buatlah scenario peragaan merujuk pada topic, dan tujuan pembelajaran serta catatan tentang bagian dan langkah-langkah utama pada bagian sebelumnya.
Ø  Siapkan dan periksalah kesiapan materi yang akan disajikan agar ketika proses pembelajaran tidak terasa kaku.
Ø  Lakukan percobaan pragaan yang mungkin dapat lebih di mengerti oleh peserta didik hingga uji coba tersebut menjadi scenario yang akan digunakan di dalam kelas.

b)      Langkah persiapan

Ø  Siapkan scenario peragaan yang telah di anggap sempurna.
Ø  Atur posisi peraga dan duduk peserta didik agar dapat melihat peragaan dengan jelas dan baik.
Ø  Sampaikan tujuan peragaan dan kaitannya dengan topic yang sedang di pelajari dan apa yang di harapkan dari siswa.

c)      Langkah Pelaksanaan

Ø  Lakukan langkah demi langkah dengan kecepatan normal sambil menjelaskan batasan dari setiap peragaan.
Ø  Ulangi langkah demi langkah dengan kecepatan lamban atau sub-normal sambil kembali menceritakan maksud atau batasan dari sebuah peragaan.
Ø  Meminta peserta didik menyebutkan urutan yang diikuti dengan peragaan guru dengan kecepatan sub-normal (lamban), pragaan di lakukan dengan mengikuti urutan yang di sebutkan peserta didik.
Ø  Meminta peserta didik melakukan langkah demi langkah sambil mendeskripsikan dari peragaan yang sedang dilakukannya.
Ø  Terakhir, meminta seluruh peserta didik melakukan langkah demi langkah dengan kecepatan normal tanpa berbicara.

d)     Langkah Evaluasi dan Penutup

Ø  Berikan sejumlah pertanyaan yang terkait dengan bagian atau langkah yang baru di peragakan.
Ø  Meminta komentar dari siswa lain tentang peragaan yang di lakukan temannya didepan kelas.
Ø  Berikan koreksi terhadap langkah atau peragaan yang dilakukan para peserta didik kemudian meminta mengulanginya kembali.
Ø  Buatlah  rangkuman atau kesimpulan dari peraggaan dan akhiri peragaan dengan menyampaikan terimakasih atas partisipasi siswa.

D.JADWAL PENELITIAN
No
KEGIATAN
MINGGU KE……..
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
Perencanaan












2
Proses pembelajaran












3
Evaluasi












4
Pengumpulan Data












5
Analisis Data












6
Penyusunan Hasil












7
Pelaporan Hasil
















E. BIAYA PENELITIAN
Penelitian tersebut membutuhkan dana dengan rincian sebagai berikut :
NO

NAMA KEGIATAN
VOL
SATUAN
BIAYA
JUMLAH
1

PRINT OUT PROPOSAL


Rp.
Rp.
2

TRANSPORTASI


Rp.
Rp.
3

CINDERA MATA


Rp.
Rp.
4

KONSUMSI PENGAWAS


Rp.
Rp.
5

KONSUMSI GURU
 BIDANG STUDY


Rp.
Rp.
6

ATK


Rp.
Rp.

JUMLAH




Rp.
F. DAFTAR PUSTAKA




























BIOADATA PENELITI
NAM               : SAEPUL
NIM                : 1210201095
PRODI            : KEPENDIDIKAN ISLAM
TTL                 : CIAMIS, 01 AGUSTUS 1986
ALAMAT       : JL.SETIA BUDHI GEGERKALONG GIRANG NO.44G
NO.KONTAK: 082116884864


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar